Rabu, 07 Desember 2016



“BROKEN HOME”

                Ok guys,  gue mau ngasih pendapat gue tentang broken home. Kalian pasti udah ngga asing sama kata itu kan? Ya, jadi menurut gue, “Broken home adalah akibat dari suatu kondisi dalam hubungan keluarga yang mengalami keretakan karena ada suatu masalah yang berakibat pada kesatuan anggota keluarga, dan juga berpengaruh pada mental sang anak.” (itu cuma menurut gue sih). Biasanya dalam kasus ini, sang anak harus memilih untuk dia tinggal bersama siapa, tapi yang namanya anak, pasti dia akan milih keduanya, untuk pencukupan kasih sayang. Dan pada akhirnya, kedua orang tua itu tidak menyepakati keinginan anaknya, jadi sang anak harus tinggal bersama walinya (nenek, kakek, dll). Jadi kaya drama, tapi itu nyata sih.
Sebenernya istilah broken home menurut gue itu bukan cuma karena orang tua yang bercerai dan anak harus tinggal bersama walinya, tapi lebih menuju kepada perasaan, keadaan, mental, dan psikis  si anak ketika orang tuanya sedang dilanda dalam suatu masalah yang besar, yang nantinya akan menuju pada proses perceraian. Dan bukan hanya si anak saja yang terpuruk, tetapi semua anggota keluarga itu (ayah, ibu, dan anak).
Ok, gue punya cerita.
Ada seorang anak yang juga ngalami kejadian itu sebut saja dia “bunga”. Bokap sama nyokapnya udah cerai, dan dia harus tinggal bareng kakek sama neneknya. Nyokap sama bokapnya udah punya keluarga sendiri dan mereka sibuk dengan usaha dan keluarga mereka masing-masing. Si Bunga ini galau, karena dia kurang kasih sayang dari orang tuanya. Yah, namanya juga remaja 14 tahun pasti masih labil kan? Suatu ketika, dia diajak pergi sama nyokap, nah si Bunga udah seneng banget, lalu Bunga bilang ke nyokapnya, “Mah, aku seneng diajak pergi sama mamah. Bunga pengin sama mamah terus, pengin tinggal sama mamah.” Mamahnya njawab, “Mamah ngga bisa Bunga, kamu tau kan mamah udah punya keluarga baru, takutnya kamu belum bisa ngerti sama keadaan keluarga mamah yang sekarang.”, “Tapi mah, Bunga udah gede!” saut bunga dengan nada yang tegas. Mamahnya njawab, “Maafin mamah Bunga!”  Bunga hanya diam. Dan mereka pulang. “Maafin mamah, mamah harus cepet pulang, jaga diri kamu baik-baik yah!” namun, Bunga hanya terdiam.
Suatu malam Bunga nulis diary yang isinya:
“Hancur adalah kata yang bisa mewakili keadaanku sekarang, Mah, Pah. Kenapa kalian harus pisah dan ninggalin Bunga sendiri, kalian tau ngga perasaan Bunga? Kenapa kalian hanya mikirin dunia kalian sendiri? Kapan kalian bisa ngertiin Bunga? Untung Bunga masih punya nenek sama kakek yang bisa ngehibur Bunga, yang selalu ada buat Bunga, diasaat Bunga butuh temen curhat, disaat Bunga butuh kasih sayang, disaat Bunga rindu kalian, kenapa kalian kaya gini sih? Suatu saat nanti Bunga ngga akan kaya kalian. Bunga sayang kalian, tapi bunga kecewa sama kalian. Terima akasih sudah menghadirkan Bunga di Dunia ini. Bunga janji akan jadi anak yang lebih baik. ‘Tuhan, persatukanlah keluarga kami, supaya aku bisa merasakan kehangatan kasih sayang seorang Ibu yang lembut kepada anaknya dan kasih sayang seorang ayah yang diam dan setia. Terima kasih juga, telah menghadirkan aku di dunia ini. Kabulkan doaku ya Tuhan.’ Doa itu akan selalu Bunga doakan setiap malam”....................................................
Dari cuplikan cerita di atas kita tahu, bahwa pada hakekatnya seorang anak akan selalu menyayangi orang tuanya meskipun mereka tidak bersatu, dan terpisah oleh jarak.
Jadi, buat kalian yang mungkin ngalami broken home, ngga usah patah semangat, masih banyak orang yang sayang sama kalian. Kalian ngga sendiri kok. Masih ada Tuhan yang selalu nuntun langkah kalian. Masih banyak orang yang peduli sama kalian. Dan intinya, jangan sampai kalian terjerumus ke hal-hal negatif sebagai pelampiasan kekecewaan kalian. Banyak hal positif yang bisa kalian lakuin kok.
Ok guys, sekian pendapat dari gue, maaf bila ada salah kata, kesamaan nama,cerita, dll, itu semua tidak disengaja dan hanya kebetulan saja. Sekali lagi itu hanya pendapat dari gue doang. Thank’s.


Nadira Fioreta

Minggu, 27 November 2016

Nama: Nadira Fioreta
TTL: Cilacap, 20 Juli 2000
Zodiak: Cancer
Alamat: Jl. Gereja No.37 rt 05 rw 02 Adiraja-Adipala-Cilacap-Jawa Tengah-Indonesia
Umur: Jetzt16 Tahun
Tinggi: 153 cm
Agama: Katholik
Makanan Favorit: Semua makanan sehat
Minuman Favorit: Air putih, juice alpukat, juice buah naga, dan semua yang bisa diminum.
Kelas: XI IPA 2 SMA Negeri 01 Maos
No.Absen: 23          
Hoby: Semua hal yang berhubungan dengan sosial, dan juga Pencak Silat
Cita-cita: Dulu punya cita-cita pengin jadi Dokter, tapi sekarang malah ngga tau pengin jadi apa :v, ya udah jadi cita-citaku belum dipikirkan lagi.
Sekolah:
-SD Negeri 01 Adiraja, tapi pas kelas VI pindah ke SD Kristen Adiraja-Adipala
-SMP Kristen Adipala
-SMA Negeri 01 Maos 
Goldar: O
Status: Sekarang masih jadi pelajar.
Motto Hidup: Mending jadi diri sendiri dengan banyak kekurangan daripada jadi orang lain dengan menutupi kekurangan yang kita miliki.